Mobil Digadaikan Tanpa Izin, LBH Delik Hukum Negara Tangani Kasus dan Unit Kembali Kepada Pemilik

SIARANBEKASI.com – Seorang inisial DN menggadaikan satu unit mobil Daihatsu Grand Max kepada seseorang berinisial SP di wilayah Bekasi pada September 2025 dengan nilai Rp15 juta. Dalam kesepakatan awal, mobil tersebut akan ditebus kembali oleh DN dalam jangka waktu tiga bulan.

Namun, saat DN hendak menebus kendaraannya sesuai perjanjian, ia justru mendapat informasi bahwa mobil tersebut telah digadaikan kembali oleh SP kepada pihak lain di Jawa Timur dengan nilai Rp30 juta, tanpa sepengetahuan dan persetujuannya.

BACA JUGA :  Bekasi Bakal Ubah Sampah Jadi Energi Listrik Ramah Lingkungan

Akibat perbuatan SP tersebut, DN merasa dirugikan karena unit mobilnya dialihkan secara sepihak dengan nilai gadai yang lebih besar dari kesepakatan awal.

Untuk menindaklanjuti permasalahan itu, DN kemudian memberikan kuasa hukum kepada LBH Delik Hukum Negara (DHN) dan Law Firm M. Budiyanto & Partners.

Ketua LBH DHN Bekasi, Pendi Susanto, S.H., bersama anggota Sadam dan pengacara Pondang Sutiarto, S.H., mengambil langkah awal dengan menempuh jalur mediasi terhadap SP.

BACA JUGA :  Banjir di Ciledug Setu, KDM Sebut Banjir Disengaja Kerena Ulah Kontraktor Proyek Polder

“Setelah mengetahui keberadaan SP yang diduga menggelapkan unit mobil Grand Max milik DN di Jawa Timur, kami langsung mendatangi lokasi dengan tujuan melakukan mediasi,” kata Ketua DHN Bekasi, Pendi Susanto, S.H., Jumat (6/2/2025).

Melalui proses mediasi tersebut, SP mengakui perbuatannya dan menyatakan kesediaan untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

“Alhamdulillah, setelah melalui serangkaian mediasi, SP akhirnya bersedia mengembalikan unit mobil kepada DN. Mobil tersebut berhasil kami bawa kembali dari Jawa Timur dan telah diserahkan kepada pemiliknya,” jelas Pendi.

BACA JUGA :  Pengemudi Ojol Deklarasikan Perhimpunan Ojek Online Indonesia, "O2 Indonesia"

Pendi Susanto yang mewakili LBH Delik Hukum Negara (DHN) dan Law Firm M. Budiyanto & Partners juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi.

“Masyarakat harus selalu waspada dalam setiap transaksi, baik gadai maupun jual beli. Pastikan semuanya jelas secara hukum agar tidak menimbulkan kerugian dan permasalahan hukum di kemudian hari,” tegasnya.

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *