Normalisasi BKG Pebanyuran Dikebut, Air Sudah Mengalir ke BKG 36

SIARANBEKASI.com – Upaya memperlancar distribusi air untuk kebutuhan pertanian di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, terus dilakukan melalui normalisasi Saluran Sekunder (SS) Bendung Kedung Gede (BKG).

Hingga Senin (28/9/2026), pekerjaan normalisasi yang melibatkan sejumlah instansi tersebut masih berlangsung di sepanjang saluran. Pemerintah Kecamatan Pebayuran juga terus memantau perkembangan pekerjaan dan kondisi aliran air di lapangan.

Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha mengatakan, pergerakan alat berat di kedua sisi tanggul telah mengalami kemajuan. Di sisi kanan, alat berat dari Bina Marga telah bergerak dari titik BKG 15 hingga BKG 18. Sementara di sisi kiri, alat berat milik Perum Jasa Tirta (PJT) II yang sebelumnya berada di BKG 26 kini telah mencapai BKG 18.

“Untuk progres hari ini, alat berat dari Bina Marga yang bekerja di tanggul kanan sudah bergerak dari BKG 15 sampai BKG 18. Sementara alat berat PJT II di tanggul kiri, dari BKG 26 sudah sampai BKG 18,” kata Hasyim, Senin (28/9/2026).

BACA JUGA :  SMSI Kabupaten Bekasi Beri Ruang Diskusi Pengusaha Limbah dengan Komisi XII DPR RI dan Kementerian LH

Kemajuan pekerjaan tersebut turut mendorong distribusi air di saluran. Berdasarkan pemantauan terbaru, aliran air kini telah mencapai titik BKG 36.

“Untuk aliran air progresnya sudah sampai BKG 36. Ini terus kita pantau agar alirannya semakin lancar dan diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pengairan masyarakat, khususnya untuk lahan pertanian,” ujarnya.

Hasyim menjelaskan, kegiatan normalisasi dilakukan pada ruas SS BKG 15 hingga BKG 26 dengan panjang penanganan lebih dari 10 kilometer. Pekerjaan dilaksanakan secara kolaboratif dengan dukungan alat berat dari Bina Marga di sisi kanan tanggul, PJT II di sisi kiri, serta dukungan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.

BACA JUGA :  Korban Kebakaran di Desa Waluya Cikut Dapat Bantuan Rp40 Juta Dari Pemerintah

“Normalisasi dilakukan mulai dari SS BKG 15 sampai BKG 26, dengan panjang kurang lebih sekitar 10 kilometer lebih. Saat ini pekerjaan terus berjalan di kedua sisi tanggul,” jelasnya.

Selain pengerjaan fisik saluran, kebutuhan air untuk persawahan di sekitar BKG 38, Desa Karangharja, juga menjadi perhatian. Untuk membantu distribusi air ke wilayah tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum memberikan dukungan berupa dua unit mesin pompa.

“Untuk kebutuhan air persawahan di area BKG 38 Desa Karangharja, saat ini juga ada bantuan mesin pompa sebanyak dua buah dengan kapasitas 80 liter per detik dari Kementerian PU untuk mendukung distribusi air di wilayah setempat,” terang Hasyim.

BACA JUGA :  Komisi III DPRD Bekasi Soroti Operasional IPAL TPA Burangkeng

Pemantauan terhadap progres normalisasi dan kondisi aliran air akan terus dilakukan selama pekerjaan berlangsung. Pemerintah Kecamatan Pebayuran berharap pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak langsung terhadap kebutuhan irigasi pertanian.

Hasyim menargetkan proses normalisasi dapat rampung paling lambat pada minggu kedua Oktober 2026.

“Kami berharap pekerjaan berjalan lancar sehingga aliran air dapat kembali optimal dan kebutuhan air untuk persawahan di wilayah Pebayuran dapat terpenuhi,” tandasnya.

Sebelumnya, normalisasi jaringan irigasi di Kecamatan Pebayuran telah dilaksanakan secara kolaboratif oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK), Dinas Pertanian, bersama BBWS Citarum dan Perum Jasa Tirta (PJT).

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *