Pemkot Bekasi Integrasikan PSW dan PPID, Akses Informasi Publik Makin Mudah

SIARANBEKASI.com – Pemerintah Kota Bekasi terus mendorong peningkatan transparansi dan kualitas pelayanan publik melalui inovasi digital. Salah satu upaya yang dipaparkan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik di Bandung adalah pengembangan Patriot Single Window (PSW) yang terintegrasi dengan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, hadir dalam agenda presentasi dan wawancara tersebut bersama Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kota Bekasi serta jajaran terkait. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan pengembangan PSW sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menyatukan akses berbagai layanan publik dalam satu platform digital.

BACA JUGA :  Pemuda di Tambun Terciduk Lagi Cari Narkoba, Ngaku COD Tempel Malah Digandeng Polisi

Integrasi PSW dengan portal PPID menjadi langkah penting untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi resmi. Dengan sistem yang saling terhubung, warga diharapkan tidak lagi harus menelusuri berbagai kanal berbeda untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Selain meningkatkan kemudahan akses, pengembangan tersebut diarahkan untuk mendukung pelayanan yang lebih efisien, transparan, dan responsif. Pemanfaatan teknologi digital juga diharapkan dapat memperkuat tata kelola pemerintahan yang terbuka serta meningkatkan akuntabilitas kepada masyarakat.

Abdul Harris Bobihoe menekankan bahwa transformasi digital harus berorientasi pada manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh warga, bukan sebatas pengembangan teknologi.

BACA JUGA :  Pj. Wali Kota Bekasi R Gani Muhamad Kukuhkan Pejabat Struktural Eselon II, III, IV

Menurutnya, integrasi Patriot Single Window dan layanan PPID diharapkan mampu menghadirkan proses pencarian informasi yang lebih sederhana dan terpadu. Dengan demikian, masyarakat dapat mengakses informasi publik secara lebih praktis tanpa terkendala sistem layanan yang terpisah.

Ia juga menegaskan bahwa keterbukaan informasi merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam membangun kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, inovasi pelayanan digital perlu terus dikembangkan agar semakin efektif, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan warga.

Keikutsertaan Pemkot Bekasi dalam tahapan presentasi dan wawancara Monev tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk menjelaskan berbagai langkah yang telah ditempuh dalam meningkatkan keterbukaan informasi publik. Proses evaluasi ini juga menjadi sarana untuk memperkuat komitmen seluruh perangkat daerah dalam menyediakan informasi yang akurat, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan.

BACA JUGA :  HPN Bekasi Raya 2026: Pemkab Bekasi Dorong Pers Kritis dan Membangun

Melalui integrasi PSW dan PPID, Pemkot Bekasi berharap dapat membangun sistem pelayanan informasi yang lebih terkoordinasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang modern, transparan, serta mampu memberikan pelayanan yang semakin mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat Kota Bekasi.

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *