BCFM 2026 Catat Perputaran Ekonomi Rp334 Juta, Dorong Kreativitas Lokal

SIARANBEKASI.com – Gelaran Bekasi City Fashion Movement (BCFM) 2026 mencatat perputaran ekonomi mencapai Rp334.956.923 selama tiga hari penyelenggaraan, pada 9–11 Oktober 2026. Capaian ini menunjukkan keterlibatan berbagai sektor usaha lokal dalam mendukung pertumbuhan industri kreatif di Kota Bekasi.

Perputaran ekonomi tersebut berasal dari sejumlah aktivitas usaha yang terlibat dalam acara, di antaranya jasa jahit, penjualan batik, desainer, bazar, tata rias, serta produk industri kecil dan menengah (IKM) dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dari berbagai sektor tersebut, jasa jahit memberikan kontribusi terbesar dengan nilai Rp137.302.420. Sementara itu, transaksi pembelian batik melalui Gerai Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bekasi mencapai Rp71.999.503.

Ketua Dekranasda Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, menjelaskan bahwa BCFM dikembangkan sebagai wadah bagi pelaku usaha fashion dan industri kreatif untuk memperkenalkan produk, memperluas promosi, sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas.

BACA JUGA :  Pj Bupati Bekasi Instruksikan Seluruh Puskesmas untuk Menyediakan Layanan Tes Kesehatan Jasmani bagi Calon PPPK

Menurut Wiwiek, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pertunjukan busana, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan manfaat ekonomi bagi para pelaku usaha yang terlibat.

“BCFM kami dorong agar memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha. Ketika karya lokal tampil, masyarakat membeli, desainer mendapatkan pesanan, penjahit mendapatkan pekerjaan, dan UMKM mendapatkan pasar, maka ekosistem ekonomi kreatif ikut bergerak,” ujar Wiwiek.

Ia menambahkan, capaian pada penyelenggaraan tahun ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Dekranasda Kota Bekasi dalam mengembangkan BCFM sebagai agenda tahunan yang mampu mempertemukan kreativitas dan peluang bisnis.

BACA JUGA :  Wawali Harris Bobihoe Pastikan Kesiapan Kunjungan Presiden RI ke SMPN 4 Kota Bekasi

BCFM 2026 berlangsung di Pakuwon Mall Bekasi dengan mengusung tema Sporty & Dynamic: Road to Porprov 2026. Konsep tersebut memadukan identitas batik khas Bekasi dengan nuansa busana olahraga, sekaligus menyemarakkan persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV 2026.

“Setiap tahun konsepnya kami kembangkan. Kami ingin BCFM menjadi panggung bagi talenta dan produk lokal Bekasi sekaligus membuka peluang ekonomi yang semakin luas bagi para pelakunya,” kata Wiwiek.

Perolehan ekonomi selama tiga hari itu juga memperlihatkan bahwa kegiatan kreatif dapat memberikan dampak yang meluas ke berbagai bidang. Selain transaksi produk fashion, aktivitas ekonomi turut dirasakan oleh penjahit, desainer, peserta bazar, pelaku kuliner, perajin, serta sektor usaha pendukung lainnya.

BACA JUGA :  Peresmian Taman Larasati, Ruang Hijau Baru untuk Warga Kota Bekasi

BCFM pertama kali diselenggarakan pada 2023 sebagai pengembangan dari ajang Bekasi Fashion Week. Sejak awal, kegiatan yang digagas Wiwiek Hargono tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi pelaku industri kreatif lokal melalui ruang promosi dan pemasaran yang lebih terbuka.

Melalui semangat Local to Global, BCFM menjadi wadah bagi desainer, perajin, UMKM, komunitas, serta pelaku industri kreatif Kota Bekasi untuk menampilkan karya dan memperluas jangkauan pasar.

Ke depan, penyelenggaraan BCFM diharapkan dapat terus membuka peluang kolaborasi, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memperkuat kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian daerah.

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *