Maju di Pilkades Sukamekar, Satria Baitul Rahman Gagas Desa Digital

SIARANBEKASI.com – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sukamekar menyambut angin segar dengan majunya tokoh muda bervisi progresif. Satria Baitul Rahman, pemuda asli kelahiran dan didikan Sukamekar, secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk membawa perubahan menyeluruh bagi desa kelahirannya.

Membawa semangat representasi anak muda, Satria hadir tidak sekadar menawarkan janji, melainkan rekam jejak pengabdian yang konkret. Kiprahnya di tengah masyarakat sudah tidak diragukan lagi.

Saat ini, ia aktif memimpin sebagai Ketua Karang Taruna Desa Sukamekar, Bendahara karang taruna Kecamatan Sukawangi, jajaran pengurus pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Kabupaten Bekasi, Pengurus pemuda Ansor Desa Sukamekar, serta Wakil Ketua Yayasan Inspira Muda Cendekia.

BACA JUGA :  Pj. Wali Kota Bekasi R Gani Muhamad Kukuhkan Pejabat Struktural Eselon II, III, IV

Kepedulian sosialnya juga sangat lekat melalui berbagai aksi kemanusiaan bersama Komunitas Rumah Pelangi Bekasi.

Dalam cetak biru visinya, Satria merancang serangkaian program inovatif yang relevan dengan tantangan zaman.

Beberapa gebrakan yang disiapkan antara lain pengembangan wisata desa untuk menggerakkan roda ekonomi warga (UMKM), serta penerapan layanan desa digital yang akan memangkas birokrasi dan memudahkan masyarakat dalam mengakses administrasi publik.

Selain mengusung inovasi kekinian, Satria juga menyoroti tajam berbagai persoalan mendasar yang selama ini menghambat laju kemajuan Sukamekar. Ia berkomitmen penuh untuk membenahi kualitas infrastruktur fisik yang merata dan mengoptimalkan standar pelayanan kepada masyarakat.

BACA JUGA :  Ngopi Kamtibmas di Tridayasakti, Polsek Tambun Selatan Ajak Warga Perketat Keamanan

Salah satu fokus krusial yang menjadi perhatiannya adalah semrautnya iklim investasi di wilayah Sukamekar. Ia melihat banyak lahan yang terbengkalai dan tidak produktif lantaran terjerat sengketa dengan sejumlah perusahaan.

Menurutnya, benang kusut ini harus segera diurai agar potensi wilayah dapat dikelola dengan baik dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga, bukan justru menjadi lahan tidur yang merugikan lingkungan.

“Sukamekar butuh percepatan dan penataan yang serius, baik dari sisi infrastruktur, tata kelola pelayanan, hingga kepastian iklim investasi yang berpihak pada warga. Kita harus ubah lahan-lahan yang tidak produktif menjadi ruang yang bernilai guna,” ungkap Satria.

BACA JUGA :  Safari Ramadhan, PJU Polda Metro Jaya Sambangi Ponpes AFKN di Setu Bekasi

Menyadari besarnya tantangan ke depan, Satria menegaskan bahwa visi besar ini tidak bisa dikerjakan sendirian. Ia mengajak seluruh elemen warga untuk menyatukan langkah.

“Perubahan ini adalah ikhtiar kita bersama. Saya memohon doa, restu, serta dukungan dari seluruh masyarakat Desa Sukamekar. Mari kita bergandengan tangan, berkolaborasi untuk mewujudkan Sukamekar yang lebih maju, transparan, dan sejahtera,” tutupnya.

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *