CSR PT Daikin Manufacturing Indonesia Hijaukan Pesisir Muara Gembong dengan Ribuan Mangrove

SIARANBEKASI.com – PT Daikin Manufacturing Indonesia berkomitmen nyata dalam mitigasi perubahan iklim global melalui aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini berlangsung di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong pada Selasa, 30 Juni 2026.

Ditujukan untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, aksi ekologis ini menjadi agenda rutin korporasi dalam menekan emisi gas rumah kaca. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PT Daikin Manufacturing Indonesia bersinergi dengan berbagai pihak strategis.

Kolaborasi ini merangkul komunitas Ahli Salam Semesta, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Bekasi, serta kelompok masyarakat lokal. Sinergi lintas sektor ini memastikan proses penanaman berjalan masif dan tepat sasaran di area kritis.

BACA JUGA :  ICMI Orda Kabupaten Bekasi Nyatakan Dukungan untuk Endin Syamsudin Jadi Sekda Kabupaten Bekasi

Solusi Karbon Biru bagi Kawasan Industri
Bagi sektor industri, ekosistem mangrove memiliki peran strategis sebagai penyerap emisi karbon (blue carbon) yang sangat efektif. Kemampuan mangrove dalam menyimpan karbon bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan hutan tropis daratan.

Langkah ini menjadi wujud tanggung jawab PT Daikin Manufacturing Indonesia dalam menyeimbangkan jejak karbon dari aktivitas operasional manufaktur.

Selain itu, kelestarian ekosistem pesisir Muara Gembong berfungsi sebagai benteng fisik alami. Hutan mangrove yang kokoh dapat mencegah ancaman intrusi air laut ke daratan yang berpotensi merusak infrastruktur vital dan menurunkan kualitas air bersih. Perlindungan ini memastikan keberlanjutan roda ekonomi dan operasional industri di wilayah Bekasi secara jangka panjang.

BACA JUGA :  Polsek Setu Terima Kejutan dari Muspika Setu di Hari Bhayangkara ke-79

Aksi lingkungan ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi tinggi oleh Firmanullah Harahap selaku Div. Humas Yayasan Ahli Salam Semesta dan warga Kampung Beting.

“Secara ekologis, akar mangrove yang rapat menjadi pelindung alami pemukiman warga dari ancaman abrasi pantai dan bencana rob. Kawasan pesisir yang terjaga juga memulihkan kualitas air di sekitar tambak milik warga,” ujar Firmanullah Harahap.

Firman menambahkan, secara ekonomi, pelibatan aktif masyarakat dari pembibitan hingga penanaman memberikan dampak kesejahteraan langsung. Kehadiran hutan mangrove yang lestari diproyeksikan mampu mengembalikan biota laut seperti kepiting, udang, dan ikan. Hal ini membuka peluang pendapatan baru bagi nelayan setempat dan memperkuat kemandirian warga dalam menjaga ruang hidup mereka.

BACA JUGA :  ICMI Orda Kabupaten Bekasi Canangkan Program Penanaman Mangrove di Pesisir Muara Gembong

Firman berharap semoga kegiatan seperti ini oleh PT Daikin Manufacturing Indonesia menjadi inspirasi untuk kawasan industri lainnya menjadi bagian dari langkah nyata dalam memadukan produktivitas bisnis dengan kelestarian alam, Aksi penanaman mangrove ini adalah investasi hijau untuk masa depan pesisir.

“Ini merupakan kegiatan yang sangat jelas dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, menurunkan Target EMisi GRK 2030, menuju Indonesia emas 2050 pembangunan rendah karbon ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tutupnya.

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *