ICMI Orda Kabupaten Bekasi dan Disnaker Perkuat Sinergi Bidang Ketenagakerjaan

SIARANBEKASI.com – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Kabupaten Bekasi melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bekasi, Senin (31/8/2026) siang.

Silaturahmi dan audiensi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi sekaligus membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan di Kabupaten Bekasi, khususnya terkait penyerapan dan perekrutan tenaga kerja lokal.

Pertemuan turut membahas sejauh mana program perekrutan tenaga kerja lokal yang digagas Disnaker Kabupaten Bekasi telah berjalan, termasuk upaya meningkatkan kompetensi masyarakat agar mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja di dunia industri.

Ketua ICMI Orda Kabupaten Bekasi, H. Mulyadi Syamsudin, hadir bersama jajaran pengurus dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ICMI Orda Kabupaten Bekasi. Sementara dari pihak Disnaker dihadiri Kepala Disnaker Kabupaten Bekasi Ida Farida bersama para Kepala Bidang dan jajaran.

Ketua ICMI Orda Kabupaten Bekasi, H. Mulyadi Syamsudin, mengatakan audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya ICMI untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam bidang ketenagakerjaan.

BACA JUGA :  2 Terduga Pelaku Begal Berhasil Diamankan Tim Perintis Presisi Polrestro Bekasi Kota

“ICMI ingin mengambil peran aktif dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Kabupaten Bekasi, salah satunya melalui bidang ketenagakerjaan,” ujar Mulyadi.

Menurutnya, sebagai organisasi yang menghimpun para cendekiawan, ICMI memiliki tanggung jawab untuk turut memberikan gagasan dan masukan kepada pemerintah dalam mendukung pembangunan, termasuk pengembangan sumber daya manusia.

Ia menilai persoalan ketenagakerjaan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, tetapi juga kesiapan dan kompetensi masyarakat dalam memasuki dunia kerja.

ICMI Orda Kabupaten Bekasi

“Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan upaya membuka akses dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Kabupaten Bekasi,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, ICMI Orda Kabupaten Bekasi juga memperkenalkan LBH ICMI kepada jajaran Disnaker. Lembaga tersebut nantinya diharapkan dapat mengambil peran dalam memberikan advokasi serta bantuan hukum kepada masyarakat, termasuk ketika menghadapi persoalan hukum yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.

BACA JUGA :  Wow! DLH Kab Bekasi Angkut 84 Ton Sampah dari Kali Jambe

Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Bekasi, Ida Farida, mengatakan pihaknya terus memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lokal di berbagai perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi.

Menurut Ida, salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kesiapan tenaga kerja melalui berbagai pelatihan kerja. Dengan demikian, tenaga kerja lokal diharapkan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

“Pelatihan kerja bagi tenaga kerja lokal kami utamakan agar mereka memiliki kesiapan dan kompetensi ketika masuk ke perusahaan,” kata Ida.

Ia menambahkan, Disnaker juga terus mengoptimalkan sistem perekrutan tenaga kerja lokal agar masyarakat Kabupaten Bekasi memiliki peluang lebih besar untuk mengakses kesempatan kerja yang tersedia di wilayahnya.

Selain melalui mekanisme perekrutan secara konvensional, Disnaker Kabupaten Bekasi saat ini menyediakan layanan digital melalui aplikasi SIPKERJA Kabupaten Bekasi.

BACA JUGA :  Pemkab Bekasi Targetkan Penerapan KRIS JKN di Semua Rumah Sakit

Masyarakat juga dapat memperoleh informasi melalui akun Instagram Layanan Informasi Pasar Kerja, yang menyajikan informasi mengenai lowongan pekerjaan yang tersedia di Kabupaten Bekasi.

Pemanfaatan platform digital tersebut diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi dari perusahaan kepada pencari kerja.

“Dengan adanya layanan informasi pasar kerja secara digital, kami berharap masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi lowongan pekerjaan dan bisa mengaksesnya secara langsung,” ujar Ida.

Pertemuan antara ICMI Orda Kabupaten Bekasi dan Disnaker diharapkan dapat menjadikan komunikasi dan sinergi yang telah terbangun dapat terus ditingkatkan, sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian persoalan ketenagakerjaan di Kabupaten Bekasi.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan akses masyarakat terhadap informasi dan kesempatan kerja, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia lokal agar mampu bersaing memenuhi kebutuhan dunia industri di Kabupaten Bekasi.

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *