Kapolsek Cikarang Pusat Pantau Perkembangan Jagung Program Ketahanan Pangan PMJ

SIARANBEKASI.com – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Kapolsek Cikarang Pusat AKP Elia Umboh, S.H., M.H., melakukan monitoring perkembangan tanaman jagung di lahan Ketahanan Pangan Polda Metro Jaya yang berlokasi di kawasan Deltamas, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (1/1/2026).

Kegiatan monitoring yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut dihadiri oleh Kanit Binmas Polsek Cikarang Pusat Ipda Wowo S., Bhabinkamtibmas Aipda Sutarto, serta Rudi selaku petugas teknis lapangan.

Pada kesempatan itu, Kapolsek meninjau langsung kondisi tanaman jagung yang ditanam di lahan seluas kurang lebih 25 hektare. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa tanaman jagung di Blok A telah berumur sekitar 113 hari, telah dilakukan pemangkasan bunga, dan memasuki tahap persiapan panen raya.

BACA JUGA :  Pelaku Penipuan Modus Lowongan Kerja di Cikarang Ditangkap, Bawa Kabur Motor Korban dan Minta Tebusan

Sementara itu, tanaman di Blok B, C, dan D juga telah dipangkas bunganya dan sedang dipersiapkan menuju masa panen.

Untuk Blok E, tanaman jagung berusia sekitar 100 hari dengan kondisi tanaman telah berbunga secara merata dan mulai memasuki fase pembentukan tongkol. Adapun tanaman jagung di Blok F, G, dan H yang berumur sekitar 85 hari saat ini menjalani proses pruning daun.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan sirkulasi udara dan pencahayaan, sekaligus meminimalkan risiko penyakit tanaman agar kualitas dan kuantitas hasil panen dapat optimal.

BACA JUGA :  Oknum Calo Kerja di Cikarang Ditangkap, Tipu Para Korban Hingga Jutaan Rupiah

Dalam pelaksanaan program ketahanan pangan ini, kepolisian turut memberdayakan Kelompok Karya Tani Tembong Gunung yang beranggotakan 30 petani lokal, terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu.

Para petani tersebut memiliki pengalaman dalam mengelola berbagai komoditas pertanian, seperti padi, cabai, dan hortikultura lainnya.

Penanaman jagung menggunakan benih jagung hibrida merek Pendekar Sakti (Syngenta) yang merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Sistem pengairan memanfaatkan air tadah hujan serta penyiraman menggunakan mesin alkon yang bersumber dari empat kolam embung buatan.

Pemupukan dilakukan secara bertahap, diawali dengan pemberian pupuk kandang saat pengolahan tanah, kemudian dilanjutkan setelah tanam dengan penggunaan pestisida, ZTP, pupuk NPK 15-15, urea, serta PAC Nitrogen yang merupakan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi.

BACA JUGA :  Pimpin Upacara Hari Pahlawan, Wakil Wali Kota Bekasi Ajak Generasi Muda Refleksikan Semangat Perjuangan

Perawatan tanaman dilakukan setiap hari oleh para petani, meliputi pendangiran, perbaikan saluran air, penyemprotan pupuk, serta penyiraman apabila tidak turun hujan.

Berdasarkan perhitungan awal, dengan masa tanam yang dimulai pada 18 September 2025 dan usia tanam sekitar 120 hari, panen raya jagung diperkirakan akan berlangsung mulai 5 Januari 2026 hingga akhir Februari 2026.

Melalui kegiatan ini, diharapkan program ketahanan pangan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal di wilayah Kabupaten Bekasi.

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *