Lahan Pertanian Mengering, Pemkab Bekasi Bakal Terbitkan Status Tanggap Darurat

SIARANBEKASI.com – Penjabat Bupati Bekasi, Dedy Supriyadi, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi akan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi potensi kekeringan lahan pertanian di wilayah tersebut.

Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Pimpinan untuk mengevaluasi anggaran dan pelaksanaan kegiatan pembangunan, di Ruang KH. R Ma’mun Nawawi, Gedung Bupati, Kompleks Pemkab Cikarang Pusat, pada hari Selasa, tanggal 20 Agustus 2024.

Dedy Supriyadi menjelaskan bahwa hari ini, Selasa tanggal 20 Agustus, pihaknya bersama Dandim 0509/Kabupaten Bekasi dan instansi terkait akan meninjau kondisi kekeringan lahan pertanian.

BACA JUGA :  Lima Qori dan Qoriah Kabupaten Bekasi Wakili Jawa Barat di STQH Nasional 2025 di Kendari

Dalam waktu dekat, akan diterbitkan status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan untuk mengoptimalkan Belanja Tidak Terduga (BTT) guna mengatasi kekeringan di sektor pertanian.

“Dalam waktu dekat, Bupati akan mengeluarkan pernyataan bencana untuk mengalokasikan dana BTT, kita akan berupaya melibatkan semua pihak terkait, bekerjasama dengan BBWS, PJT II, dan pihak lainnya,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Silaturahmi Kamtibmas, Merajut Sinergi Kepolisian Bersama Ormas untuk Bekasi Kondusif

Pemerintah Kabupaten Bekasi juga akan menurunkan personel Satpol PP untuk menangani bangunan liar di sepanjang sungai yang dapat mengganggu aliran air ke area pertanian, dengan dukungan dari TNI-Polri.

“Upaya ini bertujuan agar aliran air dapat mengalir dengan baik, terutama di Cikarang-Jati dan Sukajaya,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen untuk mengambil langkah konkret, terutama mengingat pentingnya petani dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah tersebut.

BACA JUGA :  World Clean Up Day 2025, Pemkab Bekasi Ajak Masyarakat Wujudkan Lingkungan Bersih dan Lestari

“Produktivitas petani sangat berhubungan erat dengan ketahanan pangan. Ini sangat penting bagi kita,” katanya.

Dedy Supriyadi berharap bahwa langkah-langkah ini dapat membawa pertanian dan petani kembali ke kondisi normal.

“Kami yakin upaya ini akan berhasil dengan baik, karena kami akan berkoordinasi dengan instansi vertikal seperti BBWS dan PJT II,” pungkasnya.

 

(Red)

*Update Berita Lainnya di Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *