RSUD Kabupaten Bekasi Rutin Bagikan Takjil untuk Keluarga Pasien Selama Ramadan

SIARANBEKASI.com – RSUD Kabupaten Bekasi terus menunjukkan kepedulian sosialnya selama bulan suci Ramadan dengan membagikan takjil kepada keluarga pasien yang menunggu di area rumah sakit setiap hari.

Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti, mengatakan kegiatan tersebut menjadi agenda rutin sepanjang Ramadan. Menurutnya, pembagian takjil ditujukan khusus bagi keluarga pasien yang tengah mendampingi kerabat mereka menjalani perawatan.

“Kami menyalurkan takjil setiap hari selama Ramadan untuk keluarga yang menunggu pasien,” ujarnya pada Rabu (25/02/2026).

BACA JUGA :  Polsek Babelan Salurkan Bantuan Sosial untuk Marbot dan DKM Masjid Jami Darus Salam

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan hasil gotong royong seluruh pegawai rumah sakit. Dana untuk penyediaan takjil berasal dari sumbangan sukarela karyawan yang kemudian dikoordinasikan oleh masing-masing bidang dan bagian, serta dikelola secara administratif oleh Bagian Umum agar pelaksanaannya tertib.

Dalam sehari, sekitar 150 paket takjil disiapkan untuk dibagikan. Jumlah tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

BACA JUGA :  Libur Nataru, Polsek Tambun Selatan–Cikarang Barat Intensifkan Patroli Bersinggungan di Perbatasan

“Rata-rata 150 paket per hari kami sediakan untuk keluarga pasien,” jelasnya.

Untuk memudahkan distribusi, pihak rumah sakit telah menetapkan satu titik pengambilan yang sebelumnya diinformasikan kepada keluarga pasien. Dengan mekanisme ini, pembagian dapat berlangsung tertib dan nyaman.

Sementara itu, Humas RSUD Kabupaten Bekasi, Naman Sulaeman, menilai kegiatan berbagi takjil bukan sekadar aksi sosial, tetapi juga bagian dari pendekatan humanis rumah sakit dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.

BACA JUGA :  Pemkab Bekasi Bakal Ubah Nama RSUD Kabupaten Bekasi Menjadi RSUD KH. Noer Alie

Menurutnya, inisiatif tersebut memperkuat citra RSUD sebagai institusi layanan kesehatan milik pemerintah daerah yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, namun juga memperhatikan kenyamanan sosial dan psikologis keluarga pasien.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pelayanan tidak hanya soal medis, tetapi juga empati dan kepedulian,” tandasnya.

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *