Isu Dugaan Ajaran Bayar 1 Juta Dijanjikan “Surga”, Pemkot Bekasi Langsung Gelar Rapat Forkopimda

SIARANBEKASI.com – Pemerintah Kota Bekasi melalui Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kota Bekasi (Kesbangpol) menggelar rapat koordinasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait pemberitaan dugaan adanya ajaran yang janjikan surga jika bayar 1 juta.

Rapat koordinasi digelar di Ruang Rapat Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi, dihadiri oleh unsur Polresta Metro Bekasi Kota, Kodim 0507/Bekasi, Kejaksaan Negeri Kota Bekasi , Ketua FKUB Kota Bekasi, MUI Kota Bekasi, Tim Kewaspadaan Dini Kota Bekasi, Camat Mustikajaya, Lurah Cimuning, Ketua RW 12 Kelurahan Cimuning, dan para undangan lainnya.

BACA JUGA :  Digelar Karang Taruna, Pj. Wali Kota Bekasi Buka Pekan Raya Bekasi Selatan

Rapat koordinasi bertujuan untuk meningkatkan kerukunan warga dan meminta keterangan dari berbagai pihak.

Salah seorang warga menyampaikan keberatan atas adanya kegiatan keagamaan yg diduga menyimpang dan tidak sesuai syariat serta meminta Pemkot Bekasi untuk menghentikan kegiatan tersebut

Berdasarkan hasil rapat koordinasi didapatkan informasi bahwa perlu adanya pembuktian atas adanya pemberitaan yang menyatakan untuk masuk surga harus membayar uang sejumlah 1 juta.

BACA JUGA :  Mulai 14 Juli, Jam Masuk Sekolah di Kabupaten Bekasi Pukul 06.30 WIB

Kegiatan pengajian yang dilaksanakan secara rutin dengan jumlah jamaah 100 orang harus mendapatkan persetujuan dari RT dan RW setempat.

“Pemerintah Kota Bekasi akan memanggil pengelola kegiatan keagamaan tersebut untuk diminta keterangannya pada rapat lanjutan yang insya Allah akan dilaksanakan besok” ujar Nesan

Rapat lanjutan rencananya akan digelar pada tanggal 14 Agustus 2025, bertempat di Kantor Kecamatan Mustikajaya dengan melibatkan unsur terkait.

BACA JUGA :  Wawali Harris Bobihoe Hadir di Acara Peringatan Hari Guru Nasional

“Untuk menjaga kodusifitas wilayah, diimbau kepada warga dan pengurus RT untuk segera menertibkan dan menurunkan spanduk-spanduk yang terpasang di sekitar Lokasi ” tutup Nesan.

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed