Wali Kota Bekasi Dorong PSEL Utamakan Rekrutmen Tenaga Kerja Lokal

SIARANBEKASI.com – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meminta perusahaan Wangneng Environment Co., Ltd. memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi.

Permintaan tersebut disampaikan saat kunjungan Pemerintah Kota Bekasi ke fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) milik Wangneng di Huzhou, China.

Selain meninjau teknologi pengolahan sampah menjadi energi, rombongan yang terdiri dari jajaran DPRD Kota Bekasi serta tokoh masyarakat Bantargebang juga menggelar diskusi teknis bersama manajemen perusahaan.

Dalam pertemuan tersebut, Tri Adhianto menekankan pentingnya kehadiran proyek PSEL yang tidak hanya membawa kemajuan teknologi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya warga di sekitar Bantargebang.

BACA JUGA :  Tindaklanjuti Aspirasi Warga, Pemkot Bekasi Sepakat Evaluasi Tunjangan DPRD Kota Bekasi

“Saya ingin sejak proses pembangunan dimulai hingga nanti PSEL beroperasi, masyarakat Kota Bekasi, khususnya warga Bantargebang, menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja,” ujar Tri.

Ia menambahkan, proyek strategis tersebut diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) lokal melalui proses alih teknologi.

“Kehadiran PSEL harus membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan masyarakat, sekaligus menjadi sarana alih pengetahuan agar ke depan SDM kita mampu mengoperasikan fasilitas berteknologi tinggi ini secara mandiri,” katanya.

BACA JUGA :  Pemkot Bekasi Pastikan 385 PPPK Tahap II Dilantik 1 Oktober 2025

Menanggapi hal itu, Chairman Wangneng Environment Co., Ltd., Shan Chao, menjelaskan bahwa perusahaan akan mendatangkan sejumlah tenaga ahli dari China pada tahap awal pembangunan dan proses commissioning.

Namun, menurutnya, keberadaan tenaga ahli tersebut hanya bersifat sementara dengan tujuan utama melakukan transfer teknologi dan pengetahuan kepada tenaga kerja lokal.

“Kami akan membawa tenaga ahli dari China pada tahap awal pembangunan dan commissioning. Namun tujuan kami adalah melakukan transfer teknologi dan pengetahuan. Setelah proses tersebut selesai, operasional fasilitas akan dijalankan oleh tenaga kerja lokal yang telah kami latih sesuai standar Wangneng,” jelas Shan Chao.

BACA JUGA :  Rakernas IKADIN, Advokat Didorong Siap Hadapi Era KUHP Nasional Baru

Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Tri Adhianto. Ia berharap pembangunan PSEL tidak hanya menghasilkan fasilitas modern, tetapi juga menciptakan SDM Kota Bekasi yang memiliki kemampuan mengelola teknologi secara mandiri.

“Ini yang kami harapkan. Teknologinya datang ke Bekasi, ilmunya juga tinggal di Bekasi. Jadi yang kita bangun bukan hanya fasilitasnya, tetapi juga SDM masyarakat Bekasi,” tutup Tri.

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *